Dapat Bonus Rp2 M, Pebulu Tangkis Ubed Bangun GOR di Kampung Halaman

09 Oktober 2026 10:27
Penulis: Beno Junianto, sport
Dapat Bonus Rp2 M, Pebulu Tangkis Ubed Bangun GOR di Kampung Halaman (FOTO sumber Instagram)

Sahabat.com - Pebulu tangkis muda Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah atau yang akrab disapa Ubed, tak hanya mencuri perhatian lewat keberhasilannya meraih medali emas beregu putra di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Atlet asal Sampang, Madura, Jawa Timur, itu juga menjadi sorotan setelah mengungkapkan rencananya memanfaatkan sebagian uang apresiasi untuk membangun gedung olahraga (GOR) di kampung halamannya.

Keputusan tersebut menunjukkan bagaimana penghargaan atas prestasi olahraga dapat dimanfaatkan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

Ubed menjadi salah satu sosok penting dalam perjuangan tim bulu tangkis beregu putra Indonesia di Asian Games 2026. Dalam partai final melawan China, Indonesia sempat tertinggal 0-2 sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan dengan skor 3-2.

Jadi Penentu Kemenangan Indonesia

Dalam pertandingan final tersebut, Ubed turun pada partai kelima yang menjadi penentu kemenangan. Ia menghadapi wakil China, Weng Hongyang, dalam laga yang menentukan nasib Indonesia untuk meraih medali emas.

Ubed tampil solid dan berhasil mengalahkan Weng dalam dua gim langsung dengan skor 23-21 dan 21-13.

Kemenangan tersebut memastikan Indonesia berbalik unggul 3-2 atas China sekaligus mengunci medali emas beregu putra. Hasil itu menjadi momen penting bagi Ubed, yang mampu menjaga ketenangan ketika tim berada dalam situasi tertinggal.

Hadiah Prestasi Dimanfaatkan untuk Investasi

Di luar lapangan, Ubed memiliki cara tersendiri dalam memandang apresiasi finansial yang diterimanya sebagai atlet. Ia mengaku tidak merasa terbebani dengan hadiah bernilai besar karena dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu keluarga maupun membangun investasi.

Dalam keterangannya di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2026), Ubed menjelaskan bahwa sebagian uang apresiasi terkadang diberikan kepada orang tuanya. Sebagian lainnya digunakan untuk investasi, termasuk pembangunan GOR di Madura.

"Kalau buat saya sih nggak (jadi pressure). Kalau dapat apresiasi fresh money, kadang saya kasih ke orang tua. Kadang saya juga bikin GOR di rumah, buat investasi juga," ujar Zaki.

Pembangunan GOR di kampung halamannya menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil kerja kerasnya di dunia olahraga. Fasilitas tersebut berpotensi menjadi aset jangka panjang sekaligus membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengakses sarana olahraga, bergantung pada peruntukan dan pengelolaannya.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment